Update Baru Preeklampsia (1)


Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai salah satu penyakit yang cukup sering ditemukan pada kehamilan dan memiliki dampak yang cukup signifikan, penulisan kali ini  ditujukan untuk orang awam dari dunia medis sehingga saya akan menjelaskannya sesederhana mungkin, sehingga mudah diterima.


Seringkali pada saat pemeriksaan antenatal kehamilan dokter mengatakan bahwa ibu itu mengidap keracunan kehamilan/ hipertensi dalam kehamilan/ tekanan darah tinggi dalam kehamilan/ atau istilah medisnya PREEKLAMPSIA.  Sebenarnya apa yang dimaksud dokter dengan PREEKLAMPSIA? Saya akan mencoba menjelaskan secara awam sehingga mudah diterima anda semua.

Istilah Preeklampsia biasaya diistilahkan keracunan kehamilan (untuk orang awam), adalah suatu penyakit yang hanya muncul saat hamil, disebabkan kehamilannya, menghilang setelah kehamilan selesai, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah tinggi (Tekanan darah >140/90), bengkak pada seluruh tubuh dan adanya zat protein pada kencing ibu hamil.

Preeklampsia tidak bisa dianggap remeh, bahkan dia merupakan penyebab utama kematian bayi baru lahir dikarenakan bayi harus dilahirkan prematur karena adanya penyakit ini. Penyakit ini juga membahayakan ibu, karena ia memiliki berbagai komplikasi membahayakan yang bisa muncul pada seluruh tubuh. Yang ditakuti dari preeklampsia adalah munculnya kejang2 (disebut dengan EKLAMPSIA). Namun disamping itu masih banyak komplikasi lain yang bisa muncul,seperti nyeri kepala, sesak nafas karena paru-paru basah (edema paru), gangguan darah,nyeri perut, dan juga gangguan pertumbuhan janin.

Penyebabnya sampai sekarang masih belum diketahui. Banyak hal yang diduga menjadi penyebab penyakit ini namun penelitian2 terbaru terus menemukan hal-hal baru. Hanya faktor risiko yang telah diketahui saat ini meningkatkan risiko preeklampsia,yaitu: kehamilan pertama,kegemukan, infeksi (terutama infeksi gigi atau saluran kencing), kehamilan kembar, kencing manis,penyakit ginjal, penyakit darah tinggi sebelum hamil,kurang gizi, pola hidup yang tidak bersih dan lain sebagainya.

Apa yang dilakukan ketika anda didiagnosa dokter menderita penyakit ini? Maka dokter akan menyarankan anda untuk dirawat di Rumah sakit. Kemudian dokter akan memberikan terapi obat-obatan anti kejang, obat penurun tekanan darah tinggi, memasang infus, kateter untuk mengawasi produksi kencing. Sambil kemudian dilakukan pemeriksaan menyeluruh kondisi anda dan janin. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium darah dan kencing, dan minimal dilakukan pemeriksaan jantung janin dan USG.

Karena terapi atau obat yang terbukti efektif untuk menyembuhkan preeklampsia sampai saat ini hanya satu hal, yaitu melahirkan bayi dan ari2nya, maka umumnya dokter akan menyarankan untuk dilakukan persalinan segera, biasanya dengan operasi sesar karena untuk meminimalkan risiko terjadinya kejang karena persalinan normal cenderung lama dan nyeri (nyeri akan memicu kejang).

Jika bayi masih prematur maka kelahiran prematur akan memiliki risiko kematian janin setelah dilahirkan namun ini dengan keuntungan melindungi ibu dari komplikasi penyakit yang jauh lebih membahayakan nyawa ibu hamil.

Pilihan lain,hanya pada kondisi khusus ibu hamil bisa meminta dokter menunda kelahiran dengan tujuan memberi waktu agar janin bisa cukup waktu sehingga saat dilahirkan dalam kondisi yang lebih bisa bertahan hidup, namun ini dengan syarat tidak ditemukan satupun komplikasi yang membahayakan ibu maupun janinnya. Jika ada komplikasi maka tidak mungkin untuk melakukan perawatan dan kehamilan harus diakhiri.

Sekian dulu untuk informasi kali ini, tinjauan mengenai Preeklampsia masih akan saya lanjutkan nanti karena banyak sekali hal yang bisa dibahas mengenai penyakit ini.

Sekali lagi ilmu datangnya hanya dari Alloh SWT, jika setelah membaca hal ini anda mengerti maka sudah kewajiban anda untuk menyebarkannya pada orang lain sehingga mereka juga bisa mendapat manfaatnya. Semoga ilmu ini menjadi barokah buat kita semua. Amin

Semoga bermanfaat.

Update Baru Preeklampsia (1) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 comments:

Post a Comment