Berikut saya rangkum tulisan saya di twitter @dr_aldi18 mengenai Update Baru Ketuban Pecah Prematur/Dini.
Pada beberapa ibu hamil, terkadang perjalanan kehamilan tidak selalu sesuai keinginan. Sering tiba2 muncul penyulit/komplikasi di tengah perjalanan.
Salah satu penyulit yang sering terjadi adalah Ketuban Pecah Prematur #KPP, yaitu pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan.
Ini menyebabkan keluarnya cairan ketuban dari kemaluan. #KPP
Biasanya ditandai dengan keluarnya air dari kemaluan tanpa terasa (beda dengan air kencing). #KPP
Ketuban sendiri adalah selaput yang menyelubungi bayi di dalam rahim, yang isinya adalah cairan ketuban. #KPP
Fungsi selaput ketuban ini adalah melindungi lingkungan bayi dalam rahim dari serbuan bakteri dari luar. #KPP
Selain itu menyediakan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dalam rahim, sambil mempersiapkan bayi sampai siap hidup di dunia luar. (9 bulan) #KPP
Kultwit saya pake bahasa sederhana saja ya, menghindari istilah medis, supaya semua lebih mudah menangkap. #intermezzo
Jadi ketika ketuban pecah, maka lingkungan dalam rahim menjadi rentan terkena serangan bakteri, termasuk ke janin. #KPP
Rahim bisa terinfeksi (biasanya dari kuman di sekitar daerah anus yang naik ke atas masuk ke dalam rahim), termasuk janin. Kemudian proses pecahnya ketuban bisa juga merangsang kontraksi sehingga timbul persalinan prematur (sebelum waktunya).
Sehingga jika ini terjadi di usia hamil muda (<9 bulan), maka risiko bayi lahir prematur (sebelum waktunya). #KPP
Bayi lahir prematur memiliki berbagai masalah, terutama pernafasan, fungsi organ yang belum matting, gangguan otak, gangguan perkembangan, krn belum waktunya ia lahir. #KPP
Itulah dua problem utama pada kasus #KPP.
Jika ketuban pecah pada usia matang (9 bulan), atau mendekati persalinan maka itu adalah hal yang wajar dan tidak membahayakan. #KPP
Jika KPP terjadi pada usia kehamilan cukup bulan, maka dokter akan menginduksi persalinan sehingga janin segera lahir.
Induksi bisa dikerjakan jika memenuhi syarat. Jika syarat tidak terpenuhi, maka janin dilahirkan dengan operasi sesar.
#KPP hanya terjadi pada sekitar 3% kehamilan, angka yg kecil, namun komplikasinya cukup tinggi pada janin.
Apa yang dilakukan pada kasus #KPP?
Tergantung usia kehamilan dan berat janin.
Jika janin aterm/viabel (> 34 minggu), maka kehamilan diakhiri, janin segera dilahirkan.
Jika berat janin mendekati aterm (32-34 minggu) maka dokter memberikan obat untuk mematangkan paru biasanya selama 2 hari, kemudian melahirkan bayi, dengan risiko perawatan di NICU. #KPP
Pertimbangannya untuk mencegah infeksi janin di dalam rahim, karena pelindung sudah tidak ada. #KPP
Selain itu diberikan pula antibiotik untuk mencegah infeksi, dan obat penghilang kontraksi.
Jika usia kehamilan masih sangat muda (< 32 minggu), maka dokter akan berusaha terus mempertahankan kehamilan dengan tujuan untuk menyiapkan bayi agar beratnya bertambah dan siap untuk dilahirkan, dengan tetap mengawasi kemungkinan infeksi.
Dengan risiko yg lebih tinggi untuk infeksi, kelahiran prematur, perawatan NICu, kematian janin yang lebih tinggi.
Pada usia kehamilan yang masih sangat muda, jika dilahirkan pun maka risiko kematian janin sangat tinggi karena organ belum matang. #KPP
Ada beberapa faktor risiko #KPP: 1. Sosialekonomi rendah, 2. riwayat #KPP sebelumnya 3. Riwayat perdarahan hamil ini, 4. Merokok, 5. Riwayat lahir prematur, 6.Penyakit menular seksual, 7. Hamil kembar, 8. Jumlah air ketuban berlebihan #KPP
Jadi jika ibu hamil tiba-tiba merasa ada cairan bening keluar dari kemaluan, segera cek dokter ya karena ada kemungkinan itu #KPP.
Demikian kultwit singkat tentang #KPP semoga bermanfaat, bantu RT ya tweeps.
dr. Aldika Akbar SpOG
Dokter Kebidanan dan Kandungan Surabaya
RS UNAIR
National Hospital
Surabaya

3-2.jpg)


0 comments:
Post a Comment