Update Baru Rencanakan Kehamilan Anda! Peran Konseling Prekonsepsi dalam Mencapai Kehamilan Yang Optimal.





Bagi pasangan yang baru menikah, memiliki anak adalah tujuan dan impian utama. Seringkali pasangan tidak mempersiapkan diri akan kehamilan yang akan dijalaninya, sehingga pada saat hamil akan muncul berbagai masalah yang dapat menganggu. Disinilah peran konseling prekonsepsi, sesuatu yang masih sangat jarang dilakukan oleh masuarakat di negara kita. Apa itu konseling prekonsepsi?

Konseling Prekonsepsi
Konseling prekonsepsi, adalah konsultasi yang dilakukan oleh pasangan yang merencanakan kehamilan dengan dokter kandungan mereka, dengan tujuan mencari risiko kehamilan bagi ibu dan janin, mengedukasi pasangan mengenai risiko tersebut, dan jika mampu melakukan intervensi faktor risiko tersebut sehingga saat hamil dapat diminimalisir. Konseling prekonsepsi dikerjakan paling lambat 3 bulan sebelum rencana kehamilan pada ibu yang tidak memiliki riwayat penyakit, dan selambatnya 6 bulan pada ibu yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Perlukah?
Apakah ini penting dan perlu? Jawabannya sangat penting dan perlu. Dengan menskrining terlebih dahulu penyakit apa yang anda miliki, maka dokter dapat mempersiapkan kondisi ibu seoptimal mungkin sebelum hamil, dan bahkan mungkin menyembuhkan dulu penyakitnya sebelum hamil. Angka kecacatan, kematian janin, kegagalan persalinan jauh lebih rendah pada pasangan dengan penyakit tertentu yang melakukan konseling pre konsepsi dan mempersiapkan kondisi secara optimal lebih dahulu sebelum hamil, dibandingkan yang hamil dalam keadaan “sakit” atau tidak optimal.

Apa yang dilakukan?
Apa saja yang dikerjakan saat konseling ini? Dokter kandungan anda akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, termasuk pap smear, dan periksa darah-kencing. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui apakah ibu mengalami kurang darah (anemia), dan adakah infeksi penyakit yang bisa menyebabkan kecacatan pada janin (TORCH: Toxoplasma, Rubella, CMV). 

Penyakit Menurun
Jika pada keluarga istri atau suami ada yang menderita penyakit menurun, maka penting pula untuk melakukan pemeriksaan genetik pada pasangan, untuk menilai risiko dan kemungkinan penurunan penyakit pada janin. Namun pemeriksaan genetik ini masih cukup sulit dikerjakan di negara kita.

Penyakit Menular Seksual
Penyakit Menular Seksual (PMS) juga memiliki risiko menganggu kesuburan, dokter akan menanyakan riwayat seksual anda dan pasangan, dan jika memang berisiko maka dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah dan kultur pada mulut rahim untuk menyingkirkan PMS. Penyakit seperti Gonorhea, Herpes, infeksi chlamidya dapat mempengaruhi kesuburan, jika dari hasil pemeriksaan diketahui positif maka akan dilakukan pengobatan terlebih dahulu.


Diet, Nutrisi, dan Vitamin Prekonsepsi
Ibu sebaiknya dalam berat badan ideal saat merencanakan kehamilan (dilihat dari indeks massa tubuh). Jika berat badan kurang, maka sebaiknya dilakukan diet untuk menaikkan berat badan sampai ideal, karena hal ini berisiko pada bayi kecil, persalinan prematur, janin tidak tumbuh dalam rahim dan lain-lain. Jika berat badan terlalu gemuk/obesitas, maka mengurangi berat badan dapat menurunkan risiko terkena keracunan kehamilan, tekanan darah tinggi, bengkak, kencing manis dalam kehamilan, bayi besar, persalinan sulit, risiko operasi sesar dan lain-lain.
Jika ibu seorang vegetarian, maka ia perlu mengkonsultasikan dengan ahli gizi mengenai perubahan pola diet agar kebutuhan tubuh dan janin terpenuhi selama kehamilan. Jika ibu mengalami kekurangan darah, maka perlu dilakukan diet khusus dan pemberian suplemen tablet besi untuk meningkatkan kadar darah. Pemberian suplemen folat juga diperlukan untuk menurunkan risiko kecacatan bawaan pada janin.


Kondisi tubuh
Berada dalam kondisi fit saat hamil juga sangat membantu. Ibu yang memiliki kondisi tubuh sehat/fit akan lebih mundah menjalani proses kelahiran dan persalinan. Ibu yang terbiasa berolahraga sebelum hamil dapat meneruskannya saat hamil dengan sedikit modifikasi. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai hal ini. Lakukan olahraga yang tidak terlalu berat, tidak banyak kontak badan, tidak membebani sendi, comtoh olahraga yang baik dan aman untuk ibu hamil adalah renang, yoga, senam hamil dsb. Jangan lupa untuk selalu minum dan menjaga kebutuhan nutrisi.


Lingkungan
Paparan asbes, timbal, dan radiasi harus dihindari. Jika pasangan memiliki kucing, maka sebaiknya dilakukan tes darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi toxoplasma (yang dapat menyebabkan kecacatan janin). Jika terbukti positif toxoplasma, maka sebaiknya dilakukan pengobatan terlebih dahulu sampai sembuh sebelum merencanakan kehamilan.

Mengendalikan Kebiasaan
Hindarilah alkohol, merokok, obat-obatan ilegal, karena dapat mempengaruhi perkembangan janin. Demi kesehatan ibu maupun janin, maka kebiasaan seperti ini harus dihentikan (paling tidak) sementara saat hamil.



Riwayat Penyakit Tertentu
Ibu yang memiliki riwayat penyakit tertentu sebaiknya memeriksakan diri lebih dulu minimal 6 bulan sebelumnya. Jika perlu maka dapat dilakukan intervensi untuk mengoptimalkan kondisi penyakit ibu sebelum hamil. Ibu dengan penyakit jantung, lupus, diabetes mellitus, TB, HIV, tiroid, dan lain sebagainya wajib memeriksakan diri lebih dahulu sebelum berencana hamil.
Pada akhirnya, konseling prekonsepsi adalah suatu kebutuhan di masa saat ini  bagi pasangan yang merencanakan kehamilan. Apalagi pada pasangan dengan risiko tinggi, maka konseling pre konsepsi ini akan sangat membantu tercapainya kehamilan yang lebih aman. Jadi jika anda berencana hamil? Temui dan diskusikan dulu dengan dokter kandungan anda.Semoga Bermanfaat.


dr. Aldika Akbar SpOG
Dokter Kandungan, Konselor Laktasi
RS UNAIR

Update Baru Rencanakan Kehamilan Anda! Peran Konseling Prekonsepsi dalam Mencapai Kehamilan Yang Optimal. Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 comments:

Post a Comment