Pada hari rabu tanggal 27 November 2013, pertama kalinya dalam sejarah para dokter Indonesia melakukan aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya. Hal ini disebabkan kasus yang menimpa sejawat dr Ayu dkk, yg diputus bersalah oleh pengadilan karena dianggap lalai sehingga menyebabkan kematian pada pasien, yang ternyata terbukti dari pemeriksaan otopsi adalah suatu kasus emboli air ketuban. Pernyataan bahwa emboli air ketuban terjadi disebabkan kelalaian penanganan dokter adalah suatu bentuk ketidaktahuan atas apa yang sebenarnya terjadi pada kasus ini, karena itu saya coba memberi sedikit informasi mengenai hal ini. Yang pasti Emboli air ketuban adalah suatu komplikasi dan BUKAN MALPRAKTIK. Sehingga wajar jika rekan-rekan dokter marah atas tuduhan kelalaian yang dijatuhkan pada rekannya yang tidak bersalah.
Apa yang dimaksud Emboli Air Ketuban?
Emboli air ketuban adalah suatu komplikasi saat proses melahirkan yang sangat JARANG, namun FATAL dan mengancam nyawa, sering berakibat KEMATIAN. Emboli air ketuban artinya adalah masuknya cairan ketuban, sel bayi, atau bahan lain dari rahim menuju ke sirkulasi darah ibu hamil saat melahirkan. Cairan ketuban dapat masuk ke sirkulasi darah ibu melalui robeknya pembuluh darah pada rahim atau leher rahim saat melahirkan, atau melalui robekan pembuluh darah pada plasenta (ari-ari).
Mengapa Emboli Air Ketuban FATAL dan menyebabkan kematian?
Masuknya “benda asing” ini akan mengaktifkan sistim penolakan dari tubuh ibu, sehingga terjadi pembuntuan/penyempitan dari pembuluh darah paru, menyebabkan gangguan aliran darah ke paru dan jantung. Kerja organ tubuh selalu ditentukan oleh normal tidaknya aliran darah yg ada, berhentinya aliran darah ke paru dan jantung menyebabkan gangguan kerja kedua organ ini, menyebabkan gagal jantung dan gagal paru (keradangan parah dari paru). Ini menyebabkan terjadi sesak hebat pada pasien, aliran oksigen berhenti, dan bisa disertai berhentinya jantung yang menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Jika pada fase ini masih bisa tertolong (walau kemungkinan sangat kecil), pasien akan memasuki fase perdarahan, dimana air ketuban tadi menghambat sistim pembekuan darah tubuh ibu sehingga terjadi perdarahan hebat dimana2, ini juga salah satu penyebab kematian ibu.
Bagaimana kemungkinan selamat ibu jika mengalami komplikasi ini?
Lebih dari 50% pasien akan meninggal dalam satu jam setelah terkena komplikasi ini. Angka kematian ibu pada kasus ini > 85%, jadi ini adalah komplikasi persalinan yang sangat FATAL. Umumnya jika pasien selamat, maka telah terjadi kerusakan otak karena kejadian kekurangan oksigen sebelumnya, sehingga jika selamat pun akan mengalami kecacatan permanen.
Apakah Emboli Air Ketuban bisa diprediksi?
Jawabannya TIDAK. Kasus ini tidak dapat diprediksi sebelumnya, terjadi secara tiba-tiba. Bisa terjadi pada ibu hamil normal tanpa masalah dan tanpa faktor risiko secara mendadak.
Apakah kasus ini bisa dicegah dengan melakukan pemeriksaan jantung dan paru sebelumnya?
Tidak bisa, karena tidak ada jaminan bahwa kondisi jantung dan paru yang normal pasti akan terhindar dari terjadinya komplikasi ini. Komplikasi ini bisa terjadi sewaktu-waktu, pada siapa saja yang melahirkan, bahkan pada ibu tanpa faktor risiko.
Adakah faktor risiko terjadinya kasus ini?
Ada beberapa faktor risiko yang diketahui, namun ini tidak berarti bahwa orang dengan faktor risiko ini akan terkena emboli, begitu juga sebaliknya karena sekali lagi ini adalah komplikasi yang tidak terduga terjadinya.
Faktor risiko:
- Usia ibu tua
- Hamil kedua dan seterusnya
- Kontraksi hebat saat melahirkan
- Ketuban pecah sebelumnya
- Trauma abdomen
- Operasi Sesar
- Robekan pada rahim atau leher rahim
- Lepasnya plasenta (ari-ari) sebelum waktunya
- Gawat janin
- Kematian bayi dalam rahim
Apakah penanganan pada kasus ini?
Penanganan hanya suportif, memberikan dukungan hidup. Jika terjadi henti jantung, maka dilakukan resusitasi. Jika henti jantung dapat diatasi maka pasien akan dirawat dalam ruang perawatan intensif.
Apakah Emboli Air Ketuban bisa dicegah?
Sayangnya sampai saat ini belum ada tindakan pencegahan yang bisa dilakukan pada kasus ini.
Demikian sedikit informasi yang bisa saya berikan mengenai emboli air ketuban, harapannya dengan tulisan ini maka kita semua akan mengetahui bagaimana sebenarnya kasus ini yang merupakan komplikasi persalinan yang sangat fatal, dan tidak bisa dicegah, diprediksi, dengan angka keselamatan yang sangat rendah bagi ibu yang terkena. Dan sudah cukup jelas dari penjelasan saya bahwa kejadian ini MURNI KOMPLIKASI persalinan, dan bukan tinadakan kelalaian/malpraktik dokter. Semoga tulisan ini bisa sedikit mencerahkan banyak orang.
Berikut link video mengenai Emboli air ketuban jika anda tertarik lebih dalam:
dr. Aldika Akbar SpOG
0 comments:
Post a Comment