Update Baru Catatan Seorang Dokter: Menunda Kematian

Sungguh dari tiap kejadian/peristiwa itu bisa diambil suatu pelajaran (hikmah), jika ada keinginan mendapatkannya. Hikmah kali ini saya dapatkan dari  kejadian merawat pasien di RS.

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat pasien hamil muda 2 bulan dengan penyakit jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan jantung maka diketahui bahwa kondisi jantung pasien sangat tidak baik dengan penyakit jantung yang memiliki risiko kematian tertinggi jika kehamilan diterukan (Mortality rate >50%, ACOG). Diskusi tim dokter pada kasus ini memutuskan untuk dilakukan terminasi kehamilan (melahirkan bayinya, dengan implikasi bahwa bayi akan meninggal karena masih kecil) dengan tujuan untuk mencegah kehamilan lebih lanjut yang dapat menyebabkan kematian pada ibu. Maka dilakukan lah proses pengeluaran bayi disertai sterilisasi supaya ibu tidak hamil lagi.

Setelah proses selesai dengan lancar, lega lah kami semua (tim dokter), kami berpikir kami telah menyelamatkan nyawa seorang perempuan. Post operasi tidak terjadi masalah berarti akibat tindakan yang kami kerjakan. 

Dalam perkembangan selanjutnya, kondisi ibu ternyata kurang baik, ibu mengalami panas terus menerus (yang menunjukkan proses infeksi). Langkah pertama yang kami kerjakan adalah mencari sumber infeksinya, anehnya kami tidak menemukan satupun sumber infeksi. dari jantung, paru-paru, sampai kandungan semua bersih (dilihat dari hasil pemeriksaan kuman di darah, urine, dan cairan rahim). Dan infeksi adalah hal yang tidak kami duga akan terjadi, mengingat kami sudah memberikan antibiotik profilaksis sejak awal sebelum dan saat tindakan. 

Singkat kata, kondisi pasien terus memburuk dengan panas terus menerus yang kami tidak temukan sumbernya. Pemeriksaan USG tidak menemukan adanya masalah, antibiotik terus diberikan. Dan akhirnya beberapa hari kemudian pasien meninggal dunia.

Kejadian ini membuat saya terkejut, kepala saya serasa ditampar dari langit, beberapa ayat tiba2 muncul di kepala dan hati saya. Yang utama adalah ayat ini:

"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS: Al Munaafiqun: 11).   

Katakanlah: "Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja" (QS: Al Ahzaab: 16).

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun? (QS: An-Nisaa: 78)

Ternyata memang benar, usia manusia itu sudah ditentukan oleh Alloh SWT. Bagaimanapun usaha kita menunda/ lari daripadanya, jika Alloh sudah menetapkan waktu kematian tiba maka tidak ada yang bisa kita perbuat.

Kasus ini menyadarkan saya hal itu. Jika seandainya saya tidak melakukan tindakan apa2, pasien tetap hamil maka prediksi saya pasienpun juga akan meninggal karena kondisi jantung saat awal juga sudah sangat jelek. Tindakan yang kami lakukan untuk "mencegah" kematianv ternyata tidak ada artinya jika Alloh sudah menetapkan waktu kematiannya.

Dari kejadian ini mari kita ambil pelajaran bahwa kematian itu pasti datangnya dan bisa datang kapan saja, Sudahkah kita bersiap menyambutnya?

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS Al-Imran: 185)


Dokter kandungan surabaya, Dokter Spesialis Kandungan, Fetomaternal, Kandungan, Konselor Laktasi, Obgyn, SpOG Surabaya, dr Aldi SpOG, USG 4D
  

Update Baru Catatan Seorang Dokter: Menunda Kematian Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 comments:

Post a Comment